Pages

Tampilkan postingan dengan label Aku dan Duniaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aku dan Duniaku. Tampilkan semua postingan

Makrab : Sinergisitas SEF-JMME

Bener nggak tu nulisnya? Sinergisitas kan ya? Hahahaha. Berkali-kali disalahin dari kemarin gara-gara salah. Alhamdulillah, tanggal 10-11 November 2012 SEF dan JMME berhasil tuntas menyelenggarakan Up grading di Kaliurang atas. Peserta total sekitar 76 orang. Ini adalah kemajuan, dibanding tahun lalu cuma segelintir anak. Dan acaranya dapet banget feelnya!

Dari dulu saya pengen banget ngobrol sama mas Pugo Sambodo. Beliau adalah alumni teladan 2005, alumni SEF-JMME dan sekarang aktif di MES. Saya belajar banyak dari strrugle-nya hidup Beliau. Dan sekitar sebulan lalu pas saya makan di kafet tiba-tiba dia muncul dan menyapa, "Novi?" Dari situ saya tertarik untuk membagi semangat yang saya dapatkan dari Beliau kepada teman-teman SEF-JMME. Setelah beberapa kali kontak-kontakan akhirnya dapet info kalau Beliau dalam 10 hari akan ada di Jogja. Awalnya pengen ngedatengin mas Pugo di diskusi intelektual, tapi akhirnya kata mas Adhi udah undang aja ke Makrab. Clear.

D-day. Mas Pugo datang diantar mas Umar dan stay di masjid. Saya pun menemuinya bersama Mbak Nida dan disana juga udah ada Iwan. Dan obrolan mengalir begitu saja, mengingat saya sudah informal bangetlah kalau sama Beliau haha. Kalimat yang paling membuat hati saya bergetar, "Allah itu baik, baik sekali," Beliau mengulangnya beberapa kali, "starting point kita memang beda-beda. tapi tetaplah berkembang, jangan stagnan." Hati saya bergetar ketika Beliau bilang seperti itu. Jangan stagnan apalagi mundur. Ah, rasanya saya seperti ditusuk ribuan jarum dari segala arah. Jangan stagnan.

#KnowMoreKorea1 Daum - Search Engine Korea


Annyeong haseyo - 안녕 하세요 *kibasduit*

Lama tak posting #KnowMoreKorea , kali ini saya akan bahas salah satu search engine paling terkenal di korea yaitu Daum. Untuk temen-temen yang memang suka fangirling pasti tak asing lagi dengan search engine satu ini. Daum itu nggak beda kok sama google dan yahoo. Cuma Daum lebih lengkap daripada google. Apanya yang beda? Nah itu bakal dibahas di bawah bersama pict.

Biasanya kalau kita ngetik keyword di google bakal muncul berbagai artikel yang ada kaitannya sama keyword kita *yaiyalah*, tapi kalau di google infonya random. Nah, di daum ini beda. Jadi habis kita ngetik keyword yg mau dicari, dia bakal milah-milah info dari keyword yang dimaksud. Misal, ketik 이동해 (Lee Donghae), maka yang pertama keluar adalah biodata lengkapnya terus diikuti  info/artikel tentang dia di page bagian atas. Lalu dibawahnya ada opsi Album (karena Donghae penyanyi -가수- maka keluar opsi album yang pernah dia keluarin). Dibawahnya lagi ada opsi gambar : kumpulan fotonya dan opsi video. Dan banyak lagi. Intinya, Daum secara otomatis mengelompokkan info.

Overall, Daum itu lengkap dan enak ngeoperasiinnya. Hanya saja, sejauh pengamatan aku, nggak ada button untuk english. Mungkin ada kali cuma aku nggak liat #plak


Ini adalah halaman utama Daum (http://www.daum.net/)


Tidak beda dengan google, opsi akan keluar secara otomatis ketika kita mengetikkan keyword


Sama kayak yahoo, ada juga prakiraan cuaca untuk lokal korea. Disitu contohnya sedang turun salju di pulau Ulleung (울릉 도) dengan suhu 1,6 derajat celcius


Halaman hasil pencarian untuk keyword "indonesia"


 Dibawah ini (tanda panah) ada berbagai opsi seperti yang ada di google, diantaranya berupa peta (지도), musik (뮤직), kamus/terjemahan (사전), film (영화), kartun (만화) dll


Bagi  temen-temen yang suka fangirling tentu nggak akan asing dengan yang namanya "Daum Chart" , Bagian yang digarisi itu adalah daum chart, berisi peringkat 1-15 hal-hal paling dicari pada saat itu. Atau di twitter kita kenal TTWW (trending topic worldwide). Selain chart hasil pencarian, Daum juga mengeluarkan chart musik lokal. Nah, biasanya chart dari Daum ini menjadi salah satu perhitungan penting bagi penyanyi untuk dapet award.


Buat temen-temen yang pengen masuk ke dunia maya korea ini, disediakan fasilitas login. Bisa bikin ID sendiri atau via twitter


Seperti yahoo, Daum juga menyediakan fasilitas email. Di bagian yang di block biru, sebelah kata "Daum" adalah button untuk menuju email


Ini contoh halaman pencarian untuk Lee Donghae, page bagian atas langsung biodata dia


Daum juga menyediakan fasilitas TV Channel, ini adalah halaman untuk SBS Channel

Sentilan Untuk DPR dari Jalanan Yogya

Dari Yogya untuk DPR ...

(CAP) Korean Pop Edisi 04 / Agustus 2010


(CAP) Korean Pop Edisi 04 / Agustus 2010
Cover Story : Super Junior
Credit : @nopnophi / haemi_fishy16@yahoo.co.id
Take it full credit guys :')










Baliho

Beberapa hari yang lalu, kenapa beberapa hari yang lalu? karena saya lupa kapan -___-, saya liat sebuah baliho di deket Hotel Inna *pip* sekitaran Malioboro mall. Baliho sih biasa, tapi yang diiklanin itu lho masyaAllah. Sesuatu yang nggak banget deh- baca : pub- so disgusting -___-. Err, pengen tak copot atau bakar, emang diijinin ya pasang baliho begituan? bodo PEMDA-ne. Mending yang beginian yang dipasang ... 




The Best Saving for Your Future : Knowledge

Flashback 

Di sebuah kelas, seorang dosen pengantar bisnis bertanya kepada para mahasiswanya.
"Jika kalian naik motor dan tidak memakai helm apakah orangtua kalian marah?"
Jawaban absolut : Ya
"Apa hak orangtua kalian menyuruh-nyuruh kalian memakai helm?"
Ada banyak versi jawaban.
Garis besar dari jawaban para mahasiswa : "Karena mereka orangtua kami, Pak"
  
Flashback End

Well, apa yang ingin disampaikan oleh Bapak Dosen itu sebenarnya satu hal : investasi.
Orangtua berhak melarang karena orangtua kita telah berinvestasi pada kita. Mereka menaruh harapan yang besar pada diri anak-anak mereka. Berapa banyak uang yang sudah dikeluarkan orangtua kita untuk membiayai seluruh keperluan hidup kita selama ini?


Uncountable

Flashback 

Seorang sepuh sedang menasehati beberapa kepala keluarga yang tidak lain kepala-kepala keluarga tersebut masih terhitung sedarah.
"Investasi pada anak adalah investasi yang paling menguntungkan"
Seluruh kepala mengangguk tanda setuju

Flashback End

Sebenarnya, apa yang ingin saya sampaikan? Kembali ke judul : The Best Saving for Your Future : Knowledge
Ilmu adalah media terbaik untuk diinvestasikan, ilmu tidak pernah mati. Ilmu tidak akan berkarat, semakin dibagi semakin kuat akan melekat. Ilmu tidak hanya dimiliki kaum muda tetapi bisa dimiliki semua kalangan-dalam hal ini anak. Flashback di atas menekankan betapa ilmu menjadi sebuah dongkrak kepercayaan bagi seluruh orangtua untuk kehendak masa depan yang lebih baik. Dan memang tidak dipungkiri bahwa ilmu mampu membalikkan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin. Ilmu mengangkat dari titik terbawah menuju teratas. Ilmu adalah kunci dari pintu-pintu kebodohan, kemiskinan dan ketidakadilan.

The best saving and investment ya apalagi jika bukan ilmu :) For our great future, lets share our knowledge :D








Integrity of My Profession as an Accountant



Accountant, it seems too weird to hear this word actually. For Maba, its become something awkward because we have no attention specifically to this thing. Sometimes this topic is become a problem. When you try to earn your best, you have to try to love and understand something in the start. Most of Accountant didnt do it. They do it too late. And its become the trouble. Accountant is a remarkable job, it means you cannt work as want as yourself. You have to do yourbest from the start of your life. If you’re studying in accounting, you have to get full concentration in that subject. If you go with other subject, you have to do it with yourbest. Its called Integrity.

What the meaning of integrity? Integrity based from “integrate” or “complete”. Integrity is the one way you can show your capability to others. Integrity can separate you and others depends on your perfection. Integrity doesnt mean perfect but its defined to complete. The way you show your capability, the way you studying and the way you working at your office, it can be divided by yourself. Is it good? Or bad? You should choose by yourself. And Accountant really need an integrity when they’re gonna work.

Integrity is also become the one of lesson taught in the class. Because this topic is really important to us, especially the one studying accounting. Integrity becomes a benchmark assessment of an accountant. Its not only to work but also in general life actually, integrity becomes major assessment. Most accountants in Indonesia dont have the soul of integrity. they just work as want as themself. This resulted in their performance that arent satisfactory enough. In Every year a lot of accounting students graduated, but its just few of them get ultimately successful career.

Integrity is the one that must be owned by an accountant because the professionalism of worker is demanded in the world of work lately. You are required to become an accountant whose integrity, dignity and person who can keep control theirself. The company wouldnt choose someone who has no integrity and professionalism of working. In addition, there are many competitors want to apply for jobs in the company. In the other hand, the company will takes someone who does’nt rely solely on the value of college but the company takes the one that have a good personality.

This is the importance of an integrity in a job world. Integrity cannt be built in a short time, but it takes a trained and developed early on. For that reason, let's start loving each our fields, in this case is accounting. Lets build the soul of integrity and professionalism and created successful careers each of us.




Skenario

Ini seperti cerita di drama-drama yang sering aku tonton.
Kamu datang mengisi hidupku, memohonku untuk menjadi salah satu pilar kehidupanmu. Aku menyetujuinya dan kita bergandengan tangan bersama yang lainnya.  Tertawa bersama, menangis bersama. Sering kau menteskan air mata di pelukanku, aku yang selalu membisu tak mengerti apa yang harus aku lakukan. Maafkan aku sahabatku. Hingga akhirnya kita berpisah. Kau dengan mimpimu yang aku tahu kau akan sangat bahagia dengannya. Berbulan-bulan tak ada kabar. Dan tiba-tiba aku mendapat kabar mengejutkan darimu. Kau pergi tidak untuk mengejar mimpimu, melainkan mengikuti perintah keluargamu. Kau melepas mimpi yang selama ini kau genggam erat. Kau berusaha menjadi anak yang berbakti pada orangtua dengan tidak membantah perintah mereka. Kini waktu sudah sangat terlambat. Kau pergi dan aku masih saja berdiri di sini. Aku tidak tahu bahwa hidupmu akan serumit ini. Aku tidak menyangka skenario hidup seperti ini benar-benar ada. Apa yang harus aku lakukan?

Ya Allah, berikan dia bahu-bahu yang bisa menenangkannya ketika ia sedih
Ya Allah, berilah dia tangan-tangan dermawan yang siap menolongnya ketika ia butuh pertolongan
Ya Allah. berilah ia mata-mata yang akan selalu memperhatikan kesehatannya di sana
Ya Allah, lindungi dia
Jaga dia
Jangan biarkan dia berlari sendirian
Jangan biarkan dia menangis sendirian
Jangan biarkan ia kelelahan
Kumohon jagalah dia


Skenario seperti ini betul-betul ada, sayangnya


 

Hidup Kedua


Kuburnya bersih, bunga teratur terangkai di atasnya. Mungkin sejam yang lalu suaminya berkunjung. Kakak, apa kabar? Kataku dalam hati. Aku hanya bisa meratapi kepergiannya, kepergian yang begitu tiba-tiba. Setahun yang lalu, kami masih bersama.

-Flashback-

Dia adalah orang yang aku benci sekaligus orang yang paling aku cintai di dunia ini. Kakakku itu seorang akhwat sejati. Aku tidak mengerti dengan semua jalan pikirnya. Ia mengobarkan masa mudanya untuk sesuatu yang disebutnya dakwah. Memang apa istimewanya? Setiap aku bertanya jawabannya selalu sama, “karena aku mencintai Allah” Aissh, apa maksudnya? Semakin aku bertanya semakin aku bingung dibuatnya. “Hanya naluri kemanusiaanmu yang akan menyadarkanmu” katanya. Naluri kemanusiaan? Aku semakin tidak mengerti. Dia tak pernah memaksaku. Aku memang belum berjilbab, aku tidak tau apa itu hijab dan aku masih belum mau mengenal apa itu islam lebih dalam. Ia tidak memaksaku, justru itu hal yang paling aku benci darinya. Ia berdakwah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi ia tidak pernah sekalipun melakukannya padaku. Aku membencinya.

***

Ia hamil. Keluarga kami senangnya bukan main. Sudah hampir 2 tahun ia menikah, sampai akhirnya ia bisa mendapatkan kehamilan. Ia sangat sabar, aku tau itu. Ia benar-benar sempurna, kalau saja sikap cerobohnya itu tidak ada. Betapa beruntungnya kakak iparku itu. Kelahiran keponakanku itu dijadwalkan bulan depan, artinya bertepatan dengan bulan ramadhan.

***

Aku melihat kakakku menangis. Ia memegangi perutnya. Aku ragu, melangkah mendekatinya. Ada apa? Kata-kataku itu hanya sampai di tenggorokan, tak sampai hati aku menanyakannya. Tangisnya semakin keras. Pagi berikutnya, pertanyaanku terjawab. Kakakku tidak bisa melahirkan normal.

-Flashback End-

Tak terasa air mataku menetes. Kenapa harus di tempat ini? Haissh, aku sudah berjanji aku tidak akan menangis di hadapannya. Setahun yang lalu, malam ke-14 Ramadhan, keponakanku lahir. Aku masih ingat saat-saat itu. Semua keluargaku menangis. Menangis karena dua hal. Tangis syukur dan tangis kehilangan. Kakakku pergi dengan egonya yang ingin melahirkan secara normal. Bahkan ia belum sempat mendengar tangis dari bayinya sendiri.

Malam sebelumnya ia menyatakan sebuah pernyataan yang mengejutkanku. “Aku ini kakakmu. Benar kan? Aku tau sifat-sifatmu dari A sampai Z. Kau itu pandai dan berani. Sadarkah adikku? Kakak tidak akan memberitahukanmu kenapa aku tidak memaksamu. Kamu akan tau jawabannya sendiri nanti. Jaga dirimu baik-baik, dan jadilah bulik dan ibu untuknya” Ia tersenyum sambil memegangi perutnya. Malam itu aku menyadari satu hal. Dia tidak pernah memaksa. Dia hanya menyampaikan. Caranya menyampaikan padaku berbeda dengan cara yang digunakannya menyampaikan pada orang lain. Dia bilang aku pandai dan berani. Aku berani? Ya, aku berani. Kau yang telah memberi teladan padaku bagaimana untuk berani. Berani mengubah cara pandangku sendiri. Tentang kau, pendirianmu, dan jilbab ini. Aku menggenggam jilbab yang kukenakan. Aku dan hidup keduaku

END

Cr: Google

Tulisan ini dibuat karena panggilan hati. #uhuk-uhuk. Udah lama banget nggak nulis yang beginian, terlalu sibuk dengan website lain jadi nggak ngurusi hal-hal sepele berdampak besar seperti ini. Ini bukan pengalaman pribadi, ini sekedar imajinasi yang meledak dan pengen segera dituangkan. Sekaligus salah satu opening story untuk membuka tamu agung tahun ini. Ramadhan, i miss you :*. Semoga saya bisa konsisten ngepos artikel dan tulisan-tulisan kayak gini ramadhan nanti aamiin. Saya juga mau minta maaf sama semua orang yang pernah dan merasa saya dzalimi. Afwan jiddan, buat readers juga. Maaf saya meracuni readers dengan berbagai artikel yang tiada guna dan manfaatnya. Ke depannya saya akan berusaha memberikan yang terbaik, tapi alon alon wae sik penting kelakon :3

Miracle

Postingan kali ini aku mau mbahas tentang miracle. Miracle yang tak maksud adalah kekuatan besar di luar kuasa manusia bukan miracle lagunya Suju :3. Kejadiannya kemarin hari rabu 28/06/2011 pas PSB Online. Tahun ini tahun yang agak berat, i mean aku cucu tertua di keluarga bapak dan tahun ini 5 orang ikut UN. Satu aku, masuk kuliah, dan 4 lainnya masuk SMA. Dan aku, seharusnya sebagai cucu tertua, berusaha mencarikan mereka sekolah. Konsen nggak hanya dikasih ke adikku tapi juga sepupu-sepupuku. Nah kemarin ada dua orang yang ikut PSB online. Adikku dan Sepupuku cewek. Dua-duanya ndaftar di pilihan pertama SMA 8 Yogya aka Delayota. Ba'dha Dzuhur Nisa, adik sepupu, kelempar di pilihan dua yaitu di SMA 5 Yogya. Sedangkan adikku masih bertahan di pilihan pertama. Petaka itu datang pada saat penutupan pendaftaran. Pada pukul 13.45 adikku masih di daftar pilihan pertama tapi halaman belakang sendiri. Pukul 13.50 namanya masih ada di halaman belakang SMA 8. Begitu jam 2 ting tong ting tong, namanya udah nggak ada di daftar pilihan pertama. Tak cek di SMA 7, pilihan kedua, ternyata namanya ada di sana. Jedar Jederrr! Raut muka adikku sedihnya minta ampun. Belum pernah aku liat kayak gitu. Ibu, Bapak,Aku sebisa mungkin ngehibur dia. Tragis memang, di detik-detik terakhir penutupan pendaftaran dia malah kelempar. Kalau aku di posisinya mungkin juga depresi berat.

Keliatan banget dia mulai mengambil nafas dan meyakinkan diri sendiri, "life must go on!" Dia memang salah satu dari sekian banyak orang yang tidak dinaungi keberuntungan pada saat UN. Nilainya bagus-bagus pra UN, tapi pas UN-nya tiba-tiba jeblok. Dia mulai bertanya-tanya tentang SMA 7,"ono jas almamater-e ra mbak?" "Aku kudu piye ben mlebu UGM ?" Aku malah kelabakan njawab pertanyaan dari dia. Semacam dia kena depresi berat gara-gara kelempar. Agak disayangkan juga, soalnya dia mahir di bidang matematika dan dia pernah tercatat sebagai kontingen yogyakarta waktu OSN. Takutnya kalau dia nggak di SMA 1 , 3 atau  8 olimp-nya nggak berkembang.

Miracle itu datang jam 17.00. Pada saat itu aku lagi nonton reality show Korea Running Man, tiba-tiba pintu kamar digedor-gedor dan adikku teriak-teriak. Dia minta aku ngecek lagi di web PSB Online, kata temen SMP adikku, nama adikku mbalik lagi di daftar siswa SMA8. Aku spontan kaget dan aahhh paling hanya isu. Setelah dicek ternyata betul, nama adikku naik lagi ke daftar SMA 8. Spontan dia langsung sujud syukur dan nggak bisa berhenti senyum. wkwk. Lucu banget, diluar dugaan. Dia nggak berhenti-berhenti senyum saking senengnya.wkwk. Skenario Allah memang nggak ada yang tahu. Kalau bukan kehendak Allah apa lagi? :) 

Siapapun itu yang mencabut formulirnya dari SMA 8, gomawo. kamsahamnida *sambilsujudsujud* wkwk. jeongmal kamsahamnida *sujudlagi*

Sederhana saja

Sore ini, menjelang maghrib, tanganku tergerak untuk menuliskan sesuatu. Bukan tentang purna siswa tadi siang, ini lebih mendesak dan entahlah aku merasa ini harus segera dibagi. Ketika peluh dan letih sedang terkumpul, saat itu aku bertemu dengan seseorang. Tadi siang, sepulang purna siswa, aku bertemu ibu-ibu yang entah siapa dia. Kami sama-sama menunggu bis jalur 15 di perempatan wirobrajan. Saat itu aku letih sekali, selepas wisuda, dan ingin segera menginjakkan kaki di rumah. Setelah menunggu agak lama, bis yang kami tunggu datang. Dengan tergesa-gesa aku mengejar bis, ternyata aku sedang tidak beruntung. Bisnya penuh sekali, si kenek memaksaku untuk ikut bis itu. Namun, aku enggan. Bukan males berdiri, atau pokil :p aku cuma ndak mau mendzalimi orang lain, bis penuh seperti itu nggak etis rasanya tetap memaksakan diri  masuk. Yasudahlah, aku kembali menunggu bis selanjutnya di perempatan wirobrajan. Disinilah titik mulanya.

Ketika sedang menunggu bis kedua yang tak kunjung datang lama sekali, tiba-tiba seorang ibu-ibu datang menghampiri. Ibu-ibu itu mengenakan baju warna hijau muda yang sudah kumal dan celana panjang, menenteng sebuah tas plastik hitam dan tas kecil. Jilbabnya pendek dan berwarna hijau,  badannya terlihat letih tetapi matanya memancarkan sinar kehangatan. Ia mengajakku berbicara, " nek bis penuh koyo ngono yo rapenak to mbak, aku terimo nggolek bis liyane." Aku membalasnya dengan senyuman. Dari sinilah perbincangan kami dimulai. Aku tidak banyak bicara, aku lebih ingin mendengarkan kali ini. Hanya sekali dua kali menanyakan hal-hal yang aku belum jelas. Bis yang kami tunggu datang, kami naik bersama. Kami duduk bersebelahan, disinilah cerita ibu-ibu itu terdengar semakin menarik.

Ibu-ibu yang aku temui, beliau bercerita, bekerja sebagai tukang parkir di THR. Setiap harinya, beliau naik bis jalur 15 untuk pergi bekerja di sana. Terlihat jelas beliau tidak sedang mengeluh, beliau bahkan tersenyum, sepertinya ia sedang mengenang sesuatu yang aku tak tahu itu apa. Kami sampai di perempatan ngabean, tepat sedang lampu merah. "Mbak, wonten riki niku kerep nganakke poco-poco lho". Aku melihat ke arah  yang sama ibu itu lihat. Praktis aku tahu lapangan parkir ngabean memang sering ada acara. "Wonten hadiahe niku poco-pocone" kata ibu itu. "Hadiah, wonten hadiahe?" rasa penasaranku membuncah. Beliau bercerita banyak tentang event poco-poco itu. Awalnya aku tidak terlalu tertarik, ibu itu bercerita hadiahnya ada banyak sekali salah satunya kulkas.  Saking excited bercerita, ibu itu mengeluarkan undangan poco-poco yang ada di tasnya. "undangan?" tanyaku. "inggih undangan mbak, niki kula dikirimi undangan lho nggo poco-poco niku" jawab ibu itu. Saya agak heran, hari gini kalau mau poco-poco harus dapat undangan dulu ya? -..-, Ibu itu berkutat dengan dua tasnya, mencari undangan yang dimaksud, dan saya hanya menatapnya sedih. Ibu itu mengeluarkan sebuah brosur yang dia katakan tadi undangan, memang ada namanya sih tapi saya rasa itu lebih cocok dipanggil brosur, ia tunjukkan pada saya. "Ini hadiahnya, akeh" jelas ibu itu. Ommo, apa itu hadiahnya ada Ipad banyak banget -..-! Saya jadi pengen ikutan Haha.

Ibu itu masih terus bercerita banyak. Terlihat sekali ia ingin mendapatkan salah satu hadiah yang ada di brosur. Walau mungkin ia tak tahu apa kegunaan hadiah itu. Aku terharu dan merasa sedih sekali. Ibu ini hanyalah salah satu dari sekian banyak ibu-ibu yang berusaha memperjuangkan hidupnya di dunia ini. Selama perjalanan di bis, ibu itu selalu menawarkan bangkunya pada orang lain yang baru saja masuk bis dan tidak kebagian tempat, betapa ia sangat mengasihani orang lain. Perpisahan itu terjadi tepat di depan Purawisata. Ibu itu turun dari bis, mengejar recehan yang mungkin bagiku dan kau para pembaca tidak seberapa. Entahlah, aku merasa berkewajiban menyampaikan hal ini. Dengarkan aku, camkan baik-baik. Bersyukurlah kalian!  Sisakan sedikit saja rezekimu untuk orang lain. Berapa banyak orang-orang seperti ibu-ibu tadi di dunia ini ? Berapa banyak anak yang berhenti sekolah karena biaya? Berapa banyak anak-anak yang mati kelaparan? Tolong, bantulah mereka. Kalau kau punya uang Rp. 5000, sisakan Rp. 500 berikan pada mereka. Jangan ragu untuk mengulurkan tangan kalian, Allah pasti akan menggantinya. Ketika di perempatan jalan kau temui banyak penjual koran, belilah satu saja koran mereka. Tahukah kau berapa keuntungan menjual koran? Sedikit sekali, teman-teman. Bantulah mereka, dengan begitu engkau membantu menyelamatkan hidup orang lain. Dengan segala kerendahan hati, tolong bantulah mereka.



Sederhana saja, ulurkan tanganmu.


-inilah mengapa aku suka bepergian naik bis, aku banyak belajar-
Go Green!

Bicara tentang Kuliah

Sebenernya agak bingung mau memulai dari mana. Tiba-tiba aja kepikiran masalah dunia perkuliahan. Rasa-rasanya pengen cepet lulus kuliah #plakk masuk kuliah aja belum -..-, postingan ini muncul sakjane karena kegalauan akademis saya #curcol. Berhubung saya mau apply sebuah scholarship, disana disuruh nentuin 3 jurusan yang akan saya ambil kalau saya dapat scholarship itu.  Kalau ngawur sih bisa aja saya pilih Accounting, Business Administration sama Economics. Karena memang saya bisanya cuma itu *sedih*. Tapi, ini bicara masalah prospek dan pertanggungjawaban pada ummat. Jadi tambah bingung. Sepertinya nulis disini malah memperumit masalah -..-. Mengabdi itu memang butuh waktu untuk menuju ke sana. Butuh uang saku, keikhlasan dan pengorbanan. Ah, apa sih yang lebih bahagia dari Lillahi Ta'ala ? Ah, cukupkan hati ini dengan mengabdi pada Sang Pencipta.

Masalah pekerjaan saya memang nggak repot mikir sih. Selama di hati ada Allah, semua bisa diatur. Rejeki itu ada haknya sendiri-sendiri. Yang jadi bahan pemikiran sebenernya pengabdiannya itu. Dimulai dari dunia perkuliahan, apa yang bisa saya lakukan? Sementara saya ndak mau berhubungan dengan orang-orang yang sudah saya kenal sebelumnya. Mau mencari link-link baru, hehe. Pemecahan yang paling tepat mungkin bisa didapat pas hari H ya. #thepoweofkepepet. Semoga saja bisalah ya seimbang donya akhirat. 


Terselubung


Setiap makianmu aku sedih. Setiap penolakan darimu aku marah. Lihatlah aku. Aku tahan airmataku. Aku hapus segala gundah di hatiku. Agar kau tak tahu bahwa aku sedang sedih. Aku bekerja keras. Aku belajar. Aku berusaha. Agar kamu melihat aku. Aku mengejar belas kasihan orang. Aku berlari menemui kesempatan. Tahukah kamu bahwa aku sedih ketika kau bilang aku selalu diam? Tahukah kamu bahwa aku menangis ketika kau bilang bahwa aku tidak berguna? Kau harus tahu aku mencintaimu. Tetapi lidahku beku untuk mengatakan itu. Kau harus tahu bahwa aku ingin yang terbaik untukmu. Tetapi kau selalu menutup telingamu rapat-rapat. Sebodoh-bodohnya aku berucap melukai hatimu, inginku kamu mengerti bahwa aku memiliki harapan lebih padamu. Kamu harus lebih sukses dari aku. Kamu harus tahu itu.

... terselebung, sebuah catatan akan pengorbanan dan air mata...


(Untittled)

Tahukah kamu nop kalau Allah sayang sekali padamu? Nop, kamu harus ingat bahwa roda itu terus berputar. Dulu kamu pernah di atas, dulu kau rasakan sejuta kemenangan. Jika kau selalu menang kapan kau akan belajar gagal? Nop, kamu tau sendiri kan kalau di dunia ini berlaku teori siklus? Seperti yang kau pelajari dalam ekonomi resesi,depresi,recovery lalu boom. Ingatkah kau nop? Nop, kamu harus tau bahwa kalah adalah ujian menuju kedewasaan. Kamu nggak ragu kan nop sama Allah? kamu sendiri yang selalu berteriak Allah selalu punya skenario baik! Kenapa kau begitu lemas sekarang? Nop, kamu tahu betul hidup tak semudah membalikkan telapak tangan. Delapanbelas tahunmu tak dijalani sama dengan remaja seusiamu, kamu tegar nop kamu kuat lebih kuat dari yang lain lalu kenapa kamu sekarang terlihat sangat lemah? Hapus airmatamu itu nop! Ini bukan akhir! Ini justru permulaan nop!

Kamu marah pada Allah? ya, aku bisa lihat itu di matamu! Jangan marah nop, aku tahu kamu kecewa aku tahu kamu sedih, jangan jadi anak cengeng nop. Kemana bahumu yang kuat itu yang sudah berpuluh kepala bersandar kepadamu? Kemana senyum tulus ikhlasmu itu? kemana novi yang selalu semangat? Ayolah nop, kamu itu asset bagi Allah, jangan kecewakan Penciptamu. Ingat nop, hatimu itu adalah titipan, jagalah dengan baik! Ingat nop, semuanya akan kembali pada Allah, kamu hampir tidak punya hak apa-apa! Jangan menuntut Allah nop, jangan sekalipun! Memohonlah padanya, bertawakallah padanya. Ingat nop, bukankah kebahagiaan akan datang jika tepat waktunya tiba? Kamu nop, kamu yang selalu bilang seperti itu. ayo nop, bangkitlah! Sungguh, Allah mencintaimu...

... malaikat berbisik di telingaku 18.22 WIB 14 Mei 2011...



Writing Is Not Only To Explore My Feeling But Also To Earn Money :p

2 years ago, i start writing. I write anything about my feeling or my mind. I wrote diary, i wrote anything. Some days, i write to get a competition writing. I got many experience and money, of course, from writing. I can reach my dreams, like bought a touchscreen handphone, bought a laptop, bought anything i want with my money. I proud to be myself i can pay my school’s cost without ask my parents. I got many scholarship, one of them is from Nanyang Technological University Singapore. I’m so excited to be someone that having many achievement 
 

Copyright © Thipposite. Template created by Volverene from Templates Block
WP by Simply WP | Solitaire Online